Oleh:

Siti Robiah

Haiah Tahsin LTTQ Masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 

Al-Qur’an adalah kitab suci yang Allah turunkan sebagai Wahyu bagi manusia, yang menjadi petunjuk, cahaya, tur pedoman hidup. Sudah sepantasnya sebagai manusia, Al-Qur’an dijadikan kebutuhan dan suplemen jiwa. Membaca al-quran itu wajib bagi setiap manusia, banyak ilmu-ilmu yang terkandung dalam Alquran seperti ilmu Asbabun Nuzul, Ilmu Qira’at, Ilmu Gharib Alqur’an, Ilmu I’rab Al-quran, ilmu tahsin dan tajwid Alquran, dll.

Ilmu Tahsin menjadi dasar dalam pembelajaran Al-Quran. sebelum kita menguasai ilmu Al-Quran yang lain kita harus tahu bagaimana cara yang benar dalam membaca Al-Quran yang sesuai dengan bacaan nabi Muhammad SAW.

Al-Quran bukanlah sebuah bacaan biasa melainkan sebuah kitab suci yang banyak mengandung hikmah dan keindahan di dalamnya. Jika kita merenungkan nikmat nikmat yang Allah berikan kepada kita seperti Allah menciptakan rambut dan kuku yang memanjang, kemudian Allah memberikan stimulus kepada kita untuk memotongnya, maha Rahim Allah yang tidak menghendaki rasa sakit muncul saat kita memotongnya. Bayangkan saja jika memotong kuku dan rambut itu terasa sakit maka mungkin kita akan membiarkan nya memanjang begitu saja dan akan mengganggu segala  aktivitas kita sehari hari.

Saya merasa heran kepada anak muda zaman sekarang ini, mereka kebanyakan meninggalkan Tahsin Al-Quran dalam kehidupannya, bagi mereka yang terpenting adalah tahu huruf dan bisa membaca, padahal sebenarnya banyak sekali ilmu Tahsin yang harus kita ketahui agar bacaan Al-Quran kita menjadi tartil sesuai dengan bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.  Membaca Alquran dengan tartil menjadi wajib bagi kita, karena tartil mampu menentramkan hati meski tidak tahu maknanya. Inilah salah satu keindahan Al-Quran yang dapat kita ambil dari ilmu tahsin Alquran. Yang mana tahsin merupakan dasar dalam belajar Al-Quran. Apalagi jika kita mendalami ilmu Al-Quran lainnya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, dimana anak muda zaman sekarang yang ingin mempelajari Al-Quran? hanya sedikit golongan yang ingin mempelajari nya, kebanyakan mereka lebih melihat teknologi, mempelajari Bahasa Bahasa gaul, update fashion trendy, dll.

Apakah ini yang dinamakan dengan pembodohan teknologi ? tentu tidak, kita saja yang tidak pandai dalam mengolah arus informasi globalisasi, padahal dalam sebuah hadist rasulullah bersabda : “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat. Sebaliknya orang mukmin yang tidak suka membaca Alquran adalah seperti buah korma, baunya tak begitu harum, tetapi manis rasanya. Sedangkan orang munafik yang membaca Alquran ibarat sekuntum bunga, berbau harum tapi pahit rasanya dan orang munafik yang tidak membaca Alquran tak ubahnya laksana buah hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali.” (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun Urgensi tahsin adalah:

  1. Tilawah yang baik dan benar sangat dicintai Allah
  2. Tilawah yang baik akan memudahkan pembacanya atau pendengarnya menghayati Al Quran
  3. Tilawah yang baik akan memudahkan seseorang meraih pahala.
  4. Tilawah yang baik memungkinkan seseorang mengajarkan Al Quran kepada orang lain, minimal kepada keluarganya.
  5. Tilawah yang baik mengangkat kualitas seseorang.

Oleh karena itu, dengan adanya tulisan ini semoga menyadarkan pembaca,  yakni bagi seorang yang sedang mempelajari Al-Quran lebih jauh mengenai tafsir, asbabunnuzul namun belum fasih dalam tartil Alquran, semoga mampu melapangkan hati nya untuk dapat mempelajari kembali dan mengupgrade terus bacaan Alquran nya. Maupun kepada seseorang yang belum bisa membaca Alquran semoga tahsin dapat menjadi perhatian utamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *