Sabtu (17/12), dalam rangka menyemarakkan Milad ke 17 Lembaga Tahfidz dan Ta’lim Al-Qur’an, LTTQ kembali mengadakan saresehan dan temu alumni dengan tema “Mempererat Ukhuwah Islamiyah dan Memperkuat Himmah dalam Berkhidmah”. Kegiatan ini terdiri dari beberapa agenda, yaitu sharing dengan para alumni, push care, pemotongan kue dan tukar kado.

Melalui saresehan dan temu alumni ini, diharapkan anggota LTTQ dapat mengenal para alumni serta mengetahui jasa mereka dalam mendirikan dan memajukan LTTQ. “Jangan lupakan sejarah, negara yang hebat adalah negara yang mengakui jasa pahlawan-pahlawannya, begitu pula dengan anggota LTTQ. Mereka harus menghormati perjuangan para alumni terdahulu” Ujar Ustadz Muammar saat mengisi sesi sharing.

Ustadz Muammar menyampaikan wejangan dan sejarah berdirinya LTTQ

Ustadz Muammar yang kini menjadi salah satu pembina LTTQ juga menceritakan sejarah berdirinya LTTQ, serta suka duka memperjuangkan lembaga ini agar tetap berdiri. 17 tahun sudah LTTQ berdiri, tepat di tahun 2000 LTTQ resmi didirikan. LTTQ mencapai masa keemasan dari tahun 2001 hingga 2004. Namun sayangnya, pada tahun 2005 terjadi degradasi kader dikarenakan para anggota LTTQ saat itu tidak paham organisasi.

Dari saat itu, LTTQ pun mengalami mati suri hingga tahun 2009. Di tahun 2010 LTTQ baru bangkit kembali dan semakin berjaya hingga hari ini. Hal itu tentu saja tidak terlepas dari perjuangan para alumni yang dengan susah payah membangun kembali LTTQ.

Milad LTTQ perlu diperingati sebagai ajang untuk introspeksi diri, sejauh mana dedikasi kita kepada LTTQ, apa yang perlu diperbaiki, jangan sampai milad hanya untuk bersenang-senang, ujar Syifa Fauziyah, salah satu alumni LTTQ.

Setelah sesi sharing, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue dan doa bersama, lalu disambung dengan tukar kado dan pemutaran video 17 fakta unik LTTQ.

Doa bersama
Kue ulang tahun Milad ke 17 LTTQ

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *