Pengertian Tahsin

Tahsin berasal dari kata حسَّن – يحسِّن – تحسيناً yang bermakna membaguskan. Dalam hal ini, berarti membaguskan kualitas bacaan al-Qur’an seseorang. Ada yang menyebut istilah Tahsin dengan nama lain, yaitu Tajwid. Keduanya, pada intinya sama-sama menekankan pada perbaikan bacaan.

Al-Qur’an yang terdiri atas huruf-huruf hijaiyyah memiliki tata aturan dalam pelafalannya. Setiap orang yang membaca al-Qur’an harus menggunakan hukum-hukum yang telah diatur dalam ilmu tajwid tersebut. Setiap huruf memiliki makhraj dan hak yang harus diberikan pada saat pembacaannya. Selain itu, setiap huruf juga memiliki sifat yang harus dipenuhi ketika huruf tersebut dibunyikan. Berangkat dari hal ini, maka LTTQ membuka kelas pembelajaran tahsin al-Qur’an.

Adapun dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran Tahsin al-Qur’an di LTTQ dibagi menjadi dua kelas, sebagai berikut:

1. Tahsin Dasar

Pembelajaran tahsin dasar diperuntukkan bagi peserta program yang masih membutuhkan bimbingan, memiliki bacaan Al-Qur’an yang belum sempurna, bahkan diperuntukkan bagi peserta yang belum mengenal sama sekali hukum bacaan dalam Al-Qur’an. Fokus dan target pada program Tahsin Dasar adalah makhorijul huruf dan kelancaran bacaan.

2. Tahsin Lanjutan

Pembelajaran Tahsin Lanjutan diperuntukkan bagi peserta program yang sudah cukup baik serta lancar dalam membaca al-Qur’an, sehingga hanya memerlukan pendalaman bidang tajwidnya. Peserta Tahsin Lanjutan diharuskan sudah menguasai dasar-dasar ilmu tawjid. Peserta bisa langsung masuk ke kelas ini jika memenuhi syarat: lulus nilai dari ujian Tahsin Dasar atau lulus dalam ujian penempatan kelas.

Pembagian

Placement Test

Untuk menentukan di kelas manakah peserta akan mengikuti pembelajaran, diadakan Placement Test untuk menilai sejauh mana kesiapan dan kemampuan calon peserta.