Menarik jika kita mengetahui beragam cara membaca Al-Qur’an dalam konteks hukum-hukum bacaannya. Dalam rangka menyelami lautan luas samudera ilmu Al-Qur’an, serta untuk meningkatkan kualitas serta pengetahuan mengenai Al-Qur’an, LTTQ mengadakan Daurah Qira’ah ‘Asyarah pada Minggu (28/8/2016). Acara ini, memang dikhususkan untuk internal lembaga, sehingga acara bisa lebih fokus dan maksimal, mengingat kuota peserta juga dibatasi.

Ustadz Abdur Rahim Dani Al-Andunisi saat menyampaikan materi Qiraah ‘Asyrah

Bertindak sebagai pengisi daurah adalah Ustadz Abdur Rahim Dani Al-Andunisi, beliau merupakan pengurus LTTQ periode 2013-2014 yang saat ini tengah menuntut ilmu di jenjang S2, Jurusan Bahasa Arab, Universitas Cairo, Mesir. Selain beraktifitas sebagai mahasiswa, beliau juga melakukan talaqqi dan belajar Qira’ah ‘Asyarah (Sepuluh Bacaan Al-Qur’an) kepada Al-Syaikh Zayid Mahmud bin Muhammad bin’Audh bin Darwis. Dari beliaulah Syaikh Rahim mengambil sanad Qira’ah ‘Asyarah.

Pelaksanaan daurah ini dilakukan selama dua hari, dan pembelajaran dilaksanakan secara teori dan praktik. Pada hari terakhir, setiap peserta daurah wajib melakukan talaqqi, sehingga kualitas bacaan sepuluh imam dapat terjamin dan berhak mendapatkan sertifikat daurah.

Ahmad As’ad, wakil ketua LTTQ periode 2015-2016 sedang melakukan talaqqi dengan Ustadz Rahim Dani

Selain mengenalkan cara membaca dengan sepuluh jenis bacaan imam tersebut, Ustadz Rahim juga mengenalkan biografi singkat dari sepuluh imam yang menjadi rujukan umat Islam tersebut. Banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik dari kisah perjalanan hidup ulama tersebut. [/red]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *