Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang memuat undang-undang dan hukum-hukum Islam. Kitab ini merupakan sumber pedoman manusia di dunia dan akhirat. Al-Qur’an merupakan sumber kebaikan dan hikmah. Apabila kita membacanya akan mendapatkan ganjaran, apalagi mengamalkanya dan mempelajari isi dalam yang terkandung di dalamnya.
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah, karena itu harus selalu dibaca. Di samping membaca saja mendapat pahala, ia membawa pengaruhnya sendiri dalam pengembangan pribadi. Pengaruh itu akan bertambah-tambah kalau pembacanya mengerti arti kandungannya. Kitab ini merupakan sumber sarana paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an dan beramallah kalian dengan (berdasarkan) Al-Qur’an. Jangan kalian jauhi ia dan jangan pula keterlaluan dalam mengajarkan Al-Qur’an dan jangan kalian makan dengan bertumpu Al-Qur’an dan jangan pula memperkaya diri dengan Al-Qur’an”.
Dalam hadits ini diketahui bahwa dianjurkan sekali untuk:
• Membaca dan merenungkan Al-Qur’an.
• Mengamalkan ketentuan.
• Tidak mengabaikan apalagi membiarkannya.
• Tidak berlebihan.
• Tidak menjadikannya sumber pencaharian, apalagi alat memperoleh kekayaan.

Selain membaca mempelajari dan mengamalkan, Allah SWT akan memberikan kemanfaatan bagi orang yang hidup dalam naungan Al-Qur’an. Setiap muslim harus berusaha hidup di bawah naungan Al-Qur’an. Sayyid Qutub dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an menyatakan bahwa hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah nikmat. Kenikmatan yang tidak bisa dirasakan kecuali oleh orang-orang yang menghayatinya, kenikmatan yang dapat mengangkat derajat manusia, memberkati, dan membersihkan kehidupan ini dari segala bentuk kekotoran.
Paling tidak ada 3 manfaat atau keuntungan hidup di bawah naungan Al-Qur’an di antaranya:
1. Terbimbing
Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk. Bila manusia hidup di bawah naungan Al-Qur’an, maka ia akan terbimbing dan terhindar dari kesesatan. Alllah berfirman
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)”. (Al-Baqoroh ayat 185)
2. Mampu mengatasi persoalan
Hidup ini berhadapan dengan berbagai persoalan. Dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an, manusia akan menjadi takwa dan ketakwaannya akan membuatnya mampu mengatasi persoalan hidup karena memang sudah menjadi janji Allah.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (At-Tholaq ayat 4)
3. Terjaga kebersihan
Orang yang hidup dalam naungan Al-Qur’an akan terjaga dirinya dari hal yang maksiat. Kebersihan yang dzohir maupun bathil. Karena Allah menyukai orang-orang yang bersih. Bersih pakaian, hati maupun akhlaknya.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Al-A’rof ayat 96)
Yuk, karena kita sudah mengetahui manfaat dan keuntungan dari membacanya mempelajarinya serta hidup dibawah naungannya., maka dari sekarang kita tingkatin membaca Al-Qur’an. Selain di dunia, manfaatnya pun akan terasa hingga akhirat. Tak ada salahnya jika kita menyisihkan waktu untuk membaca dan mentaburinya.
Barakallahu fi Aunil Qur’an

 

Oleh: Mu’awwanah (Tafsir Hadits 2014 UIN Jakarta – Hai’ah Tahsin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *